Lintang Ramdhani

M.

Kabut tipis menyelimuti area hutan tempat pondok tuaku berdiri. Matahari masih enggan menampakkan semburat kuningnya. Kursi rotan di atas dermaga nampak kuyup karena hujan semalam. Rumah pohon, secangkir coklat panas, dan sepiring pie labu pun menjadi pilihan yang tepat untuk menemaniku menikmati pagi.

Kakiku melangkah menapaki satu per satu anak tangga hingga sampai di depan pintu rumah pohon yang tak pernah ku kunci. Lama tak disambangi, debu dan sarang laba-laba menjadi begitu akrab dengan tempat ini. Nyaris tak ada bagian yang layak untuk ku singgahi, merebahkan badan atau sekedar menyandarkan pundak. Aku menghampiri jendela yang sebagian kacanya tetutup debu lalu membuka gerendelnya. Hamparan danau terbentang di hadapanku. Bunyi cicit burung terdengar bersahutan, seolah mereka saling berbalas salam selamat pagi. "Pagi yang menyenangkan bukan?", ujarku pada mereka.

Kursi goyang yang terletak si seberang ruangan kutarik menuju dekat jendela. Dengan syal yang terus melilit di leherku, aku membersihkan debu yang menempel di kursi itu, lalu bersandar di atasnya. 

Sambil menikmati coklat panas dan pie labu, mataku menyisir setiap sudut tempat itu. Pandanganku terhenti pada gambar berbingkai yang tergantung di atas kotak perkakas tepat di seberang aku duduk. Kusipitkan mataku, untuk mempertajam pandanganku. Tak perlu waktu lama, aku sudah mampu mengenali rupa di balik bingkai itu. Kertas yang mulai menguning, garis coretan yang terlihat ragu, inisial M di bagian bawah gambar, itu... Sketsa seorang perempuan dengan topeng menutupi wajahnya.

Pikiranku menerawang. Aku ingat betul hari ketika seekor burung berwarna putih dengan gulungan kertas tertambat di kakinya tiba di pondok. Merpati Pos memang selalu bisa diandalkan. Terima kasih, teman.

"Apa kabar?", ujarku dalam hati seraya beranjak dari kursi goyang lalu berjalan mendekati bingkai itu. Kulepaskan dari paku yang menyangganya, lalu mendekapnya seraya berjalan kembali ke kursi. "Apakah pagimu menyenangkan, M?" Aku harap begitu...", senyum menyimpul di bibirku.

_ _ _ _ _
jamban di selatan jakarta | pagi di bulan kelima, 2012
dari L untuk M, melalui ponsel
Newer Post Older Post Home

Instagram | VSCO Grid

© Lintang Ramdhani | 2013 | All rights reserved.